Sabtu, 11 Januari 2014

nilai pancasila

dari video yang saya lihat di atas saya mengambil kesimpulan bahwa nilai pancasila kini sudah semakin memudar dapat kita lihat sekarang ini di sekolah-sekolah pancasila tidak di jadikan mata pelajaran pokok, padahal seharusnya sosialisasi tentang nilai'' panca sila seharusnya dijadikan kewajiban, karena untuk menjadikan pedoman bagi bangsa dalam menjalani kehidupan, dapat kita lihat sekarang ini banyak sekali konflik di berbagai daerah, persoalannya banyak sekali ada masalah politik misalnya.
Seperti yang tercermin dalam sila keempat, bahwa rakyat dalam menjalankan kekuasaannya memakai sistem perwalian, serta keputusan yang dibuat berdasarkan kepentingan rakyat keseluruhannya, yang diambilmelalui musyawarah dan mufakat, dan dijalankan dengan penuh rasa tanggungjawab, baik kepadatuhan Yang Mahaesa, maupun kepadarakyat yang diwakilinya. Dan didalam sila kelima, bahwa setiap orang Indonesia mendapat perlakuan yang adil dari segala bidang, seperti hukum, politik, sosial, ekonomi, dan kebudayaan, dan juga mengandung pengertian keadilan dan kemakmuran.
Melihat fakta sekarang, sesuai dengan yang tercermindidalam sila keempat dan kelima, nilai yang terkandung didalamnya tidak bisa sepenuhnya terealisasikan dengan baik didalamwajah pemerintahan kitasekarang, sebagai contoh: anggota dewan sekarang ini, sebenarnya posisinya sebagai pembawa dan pengemban aspirasi rakyat tapi malah seperti sudah kehilangan arah, yang tersisa hanya keinginan untuk memenuhi kepentingan pribadi.
Tidak hanya itu, banyak juga pejabat negara yang hanya mendambakan gelar dan status sosial. Banyak gelar tapi kosong kredibilitas intelektualnya. Gelarnya hanya dijadikan aksesoris gaya hidup yang layak di sembah-sembah. Sehingga membuat mereka lupa akan orang yang sudah membuatnya berada di posisi tersebut  apalagi terhadap tugas sebenarnya. Yang lebih parahnya lagi, rakyat dijadikan sebagai sumber keuangan yang kapan saja bisa diambil dengan bebas, jalan-jalan keluar negeri dengan berkedok studi banding, dengan menghabiskan ratusan juta rupiah, tapi apa yang didapatkan, hanya kepuasan pribadinya saja.
Memang untuk menjadi seorang pejabat negara itu tidaklah mudah, banyak jalan berliku yang harus dilalui dan syarat-syarat yang harus dipenuhi. Posisi itu merupakan posisi terhormat yang menjadi incaran dan dambaan banyak orang, dengan iming-iming gaji tinggi, fasilitas lengkap, tunjangan tinggi. Hal itu tidak  terlepas dari tanggungjawab besar yang tersemat.
Tapi hal itu dianggap sebagai hal yang tidak perlu, bahkan tidak penting lagi. Hal inilah yang membuat para pemburu gelar itu saling bersaing untuk memperolehnya, bahkan dengan menghalalkan segala cara. Hal itu akan terus berlanjut, jika di dalam diri setiap para pemimpin tidak memiliki hati nurani dan moral keilmuan dalam menjalankan roda pemerintahan.
Berkenaan dengan hal itu, Albert Enstein, pernah berkata bahwa dunia ini akan semakin berbahaya bukan karena kejahatan yang dilakukan oleh penjahatnya, tetapi akibat perbuatan kita yang membiarkan kejahatan terjadi di sekitar kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar