Minggu, 13 Januari 2013

TARI GENDING SRIWIJAYA


Tarian ini berasal dari daerah Palembang, Sumatera selatan. imajinasi terhadap jaman keraton kerajaan sriwijaya pada abad ke VI sebelum masehilah yang menginspirasikan masyarakat palembang untuk menciptakan tari gending sriwijaya ini. Tarian ini melukiskan kegembiraan gadis-gadis palembang saat menerima tamu yang di agungkan. Tarian gending sriwijaya ini di mainkan oleh 9 orang penari muda dan cantik-cantik yang berbusana Adat Asean Gede, Selendang Mantri, paksanggong, dodot dan tanggai. Mereka merupakan dua penari yang di kawal dua penari lainnya yang membawa payung dan tombak. Di belakang sekali adalah penyanyi gending sriwijayanya. Namun saat ini penyanyi dan musik pengiring ini sudah lebih banyak di gantikan tape recorder.
Dalam bentuk aslinya musik pengiring terdiri dari gamelan dan gong. Sedangkan peran pengawal terkadang di tiadakan, terutama apabila tarian itu di pertunjukkan dalam gedung ataupun panggung tertutup. Penari paling depan membawa tepak sebagai Sekapur Sirih untuk di persembahkan kepada tamu istimewa yang datang, diiringi dua penari yang membawa pridon terbuat dari kuningan. Persembahan sekapur sirih ini menurut aslinya dilakukan oleh putri saja. Sultan atau bangsawan.
Pembawa pridon biasanya adalah sahabat akrab atau inang pengasuh sang putri. Demikianlah pula penari-penari lainnya. Tari Gending Sriwijaya, termasuk lagu pengiringnya di ciptakan tahun 1944 untuk mengingatkan para pemuda bahwa para nenek moyang adalah bangsa yang menghormati persaudaraan dan persahabatan antar manusia dan hubungan antar manusia dengan Sang pencipta.
Tarian ini dapat di jumpai dalam acara-acara adat atau acara-acara tertentu masyarakat palembang Sumatera selatan.


sumber : http://palembangbari.blogdetik.com/2009/04/06/sekilas-tari-gending-sriwijaya-tari-tanggai/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar